Tiga candi tertua yang dapat dikunjungi di kawasan Jogja Timur adalah Candi Sambisari, Candi Kalasan, dan Candi Prambanan. Ketiganya merupakan peninggalan bersejarah dari masa Mataram Kuno dengan karakter arsitektur dan cerita yang berbeda. Lokasinya juga berada di sekitar VRATA Hotel Yogyakarta, sehingga dapat menjadi pilihan destinasi heritage dalam perjalanan di kawasan Jogja Timur.
Simak informasi mengenai sejarah, keunikan, dan lokasi ketiga candi berikut sebelum merencanakan perjalanan di Yogyakarta.
Candi Sambisari

Sumber gambar: Kompasiana
Candi Sambisari merupakan candi yang bercorak Hindu dan ditemukan pada 1966, dilansir dari Wonderful Indonesia, Candi Sambisari ditemukan pada tahun 1966 setelah terkubur selama berabad-abad. Inti dari candi ini, terdapat Lingga Yoni, yang dapat digunakan oleh umat Hindu untuk tempat beribadah.
Candi Hindu ini memiliki keunikan karena pertama kali ditemukan dalam kondisi terkubur di bawah permukaan tanah. Dilansir dari Wonderful Indonesia, Candi Sambisari ditemukan pada tahun 1966 setelah terkubur selama berabad-abad. Posisinya yang berada lebih rendah dari permukaan tanah disekitarnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Setelah melalui proses pemugaran, pengunjung dapat melihat candi utama, candi perwara, serta berbagai arca dan ornamen yang menjadi bagian dari peninggalan masa Mataram Kuno.
Candi Sambisari yang berlokasi sekitar 4 km dari VRATA Hotel Yogyakarta menjadi destinasi menarik untuk dikunjungi.
Candi Kalasan

Sumber gambar: Wikipedia
Candi Kalasan merupakan peninggalan bercorak Buddha dari masa Mataram Kuno yang dikenal melalui detail arsitektur dan ornamen bangunannya. Dilansir dari Dinas Kebudayan DIY, Bangunan Cagar Budaya Candi Kalasan tercatat pertama kali dalam publikasi di Hindia Belanda melalui catatan Mackenzie pada tahun 1814 dan Raffles pada tahun 1817.
Salah satu unsur menarik pada candi ini adalah penggunaan vajralepa pada bagian tertentu bangunan.Keindahan Candi Kalasan dapat dilihat dari detail arsitekturnya yang dihiasi berbagai ornamen dan relief.
Perpaduan nilai sejarah dan keindahan arsitekturnya menjadikan Candi Kalasan menarik untuk dikunjungi, terlebih lokasinya yang berada sekitar 500 meter dari VRATA Hotel Yogyakarta di kawasan Jalan Solo – Yogyakarta.
Candi Prambanan

Sumber gambar: Wikipedia
Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu. Kompleks ini memiliki tiga candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Brahma, Wisnu, dan Siwa, dengan Candi Siwa sebagai bangunan tertinggi. Berdasarkan informasi dari Dinas Kebudayaan DIY, kawasan Candi Prambanan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO pada tahun 1991 dan menjadi bagian penting dari warisan budaya Yogyakarta.
Kemegahan Candi Prambanan terlihat dari bangunannya yang menjulang tinggi serta relief yang menghiasi dinding candi. Perpaduan arsitektur, sejarah, dan nilai budaya Hindu yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun menjadikan Candi Prambanan sebagai destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal warisan budaya Yogyakarta.
Berjarak sekitar 3 km dari VRATA Hotel Yogyakarta, sehingga menjadi rekomendasi tempat untuk berlibur dengan keluarga.

Mengunjungi Candi Sambisari, Candi Kalasan, dan Candi Prambanan dapat menjadi pilihan menarik untuk menikmati sisi lain Yogyakarta sekaligus mengenal jejak sejarah yang telah bertahan selama lebih dari seribu tahun. Ketiganya menawarkan pengalaman yang berbeda, mulai dari candi yang berada di bawah permukaan tanah hingga kompleks candi yang megah dengan nilai sejarah dan arsitektur yang kuat.
VRATA Hotel Yogyakarta merupakan hotel bintang tiga yang berlokasi di Kalasan, berada di antara budaya Yogyakarta yang semarak dan ketenangan kawasan Candi Hindu-Budha di Indonesia, seperti Candi Sambisari, Candi Kalasan, dan Candi Prambanan.
Lokasi hotel memberikan akses yang mudah menuju berbagai destinasi heritage di Yogyakarta, khususnya di Jogja Timur. VRATA Hotel Yogyakarta memadukan kekayaan tradisi dengan kenyamanan kontemporer, menghadirkan pengalaman menginap yang tenang sekaligus menjadi gerbang untuk menjelajahi warisan budaya Yogyakarta.