Hidangan nasi dengan lauk ayam mungkin terlihat sederhana. Tapi di balik itu, Nasi Hainan memiliki sejarah panjang sebelum dikenal luas di Asia Tenggara. Berawal dari tradisi kuliner di Pulau Hainan, Tiongkok, hidangan ini kemudian dibawa oleh masyarakat Hainan yang bermigrasi ke berbagai wilayah Asia Tenggara.
Bentuk Nasi Hainan yang dikenal saat ini telah mengalami berbagai penyesuaian. BiblioAsia menyebut bahwa Hainanese Chicken Rice berkembang dari Wenchang Chicken dan mendapat pengaruh lokal setelah dibawa ke Asia Tenggara.
Berawal dari Wenchang, Hainan
Peta Hainan
Sumber: Alamy
Nasi Hainan memiliki kaitan erat dengan Wenchang Chicken, hidangan tradisional dari Wenchang, Hainan. Menurut BiblioAsia, Hainanese Chicken Rice berakar dari boiled Wenchang Chicken yang kemudian dibawa oleh masyarakat Hainan ke Singapura.
Setelah menetap di tempat baru, masyarakat Hainan menyesuaikan tradisi memasak mereka dengan bahan dan selera lokal. Dari proses tersebut, Nasi Hainan berkembang menjadi hidangan dengan karakter tersendiri.
Tradisi Hainan Bertemu Asia Tenggara
Singapura menjadi salah satu tempat penting dalam perkembangan Nasi Hainan. Komunitas Hainan berkembang di sekitar Middle Road, Purvis Street, dan Seah Street. Menurut BiblioAsia, banyak masyarakat Hainan bekerja di industri makanan sebagai juru masak dan kemudian membuka kopitiam atau kedai kopi.
Dalam perkembangannya, Hainanese Chicken Rice juga mendapat pengaruh teknik kuliner Kanton. BiblioAsia mencatat penggunaan teknik pak cham gai atau white chopped chicken dalam pengolahan ayam.
BiblioAsia juga mencatat penggunaan bahan dan teknik yang menyesuaikan dengan lingkungan lokal, termasuk pandan pada nasi. Perpaduan berbagai pengaruh inilah yang membentuk karakter Nasi Hainan yang dikenal saat ini.
Dari Hidangan Sederhana Menjadi Ikon Kuliner
Nasi Hainan memiliki daya tarik dari bahan-bahannya yang sederhana. Ayam yang lembut disajikan bersama nasi yang dimasak menggunakan kaldu dan lemak ayam, lalu dilengkapi sambal, jahe, serta kecap. Menurut BiblioAsia, nasi juga dapat menggunakan aromatik seperti jahe, bawang putih, dan pandan untuk menghasilkan aroma serta rasa yang khas.
Kesederhanaan tersebut membuat Nasi Hainan mudah beradaptasi di berbagai tempat. Di Singapura, Hainanese Chicken Rice bahkan telah menjadi bagian dari budaya kuliner dan dapat ditemukan mulai dari hawker centre hingga restoran.
Perjalanan Nasi Hainan menunjukkan bagaimana sebuah hidangan dapat berkembang ketika tradisi kuliner bertemu dengan lingkungan dan masyarakat baru, tanpa kehilangan hubungan dengan akar sejarahnya.
Menikmati Nasi Hainan di VRATA Hotel Yogyakarta

Perjalanan Nasi Hainan dari Hainan hingga berkembang di Asia Tenggara kini dapat dinikmati lebih dekat di Yogyakarta melalui Taste of Asia di VRATA Hotel Yogyakarta.
Nasi Hainan di VRATA Hotel Yogyakarta disajikan dengan perpaduan nasi yang gurih dan harum, ayam yang lembut, serta pelengkap yang melengkapi cita rasanya. Perpaduan ini cocok dinikmati sebagai pilihan makan siang maupun makan malam.
Tidak hanya untuk tamu hotel, Nasi Hainan VRATA juga dapat menjadi pilihan bagi siapa saja yang sedang berada di kawasan Kalasan dan Prambanan. Setelah beraktivitas atau berwisata di sekitar kawasan ini, hidangan Nasi Hainan bisa menjadi pilihan untuk mengisi perut sekaligus menikmati sajian dengan cita rasa khas Asia.
Jika ingin mengenal Nasi Hainan lebih dekat sekaligus mencicipinya, kunjungi VRATA Hotel Yogyakarta dan nikmati Nasi Hainan yang hadir dengan cita rasa khasnya.